Outbound Training Surabaya

Jasa Outbound yang ada di Surabaya, Sidoarjo, Pacet, Trawas, Tretes, Malang, Batu, Bromo, Dapatkan Paket Outbound yang terbaik dan Lokasi yang rekomendasi di Jawa Timur hanya dengan Outbound Timur Langit. Info. 081231382110 / 081333517815.


Tampilkan postingan dengan label Wisata Pacet Rafting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Pacet Rafting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Paket Outbound Surabaya - Pacet - Jawa Timur

Outing / Fun Outbound Games Metode pelatihan di alam terbuka guna mengembangkan kemampuan di bidang manajemen organisasi dan pengembangan diri (Personal Development) yang disimulasikan melalui permainan-permainan yang secara langsung bisa dirasakan oleh peserta dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri, berpikir kreatif, rasa kebersamaan dan saling percaya. Secara umum, bentuk dan program pelatihan dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Team Work Program ini menekankan pada peningkatan kemampuan kinerja tim yang didasari oleh komitmen pribadi anggota tim mengenai elemen-elemen yang mendasari kerja tim yang efektif seperti saling membagi peranan dan pengorbanan, saling menghargai, komunikasi terbuka dan teguh memegang komitmen, sehingga akan terbangun suatu ikatan kebersaman yang mampu membangkitkan semangat kerja tim (team spirit) yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja kerja. 2. Leadership & Empowerment Program yang menekankan peserta untuk mengeksplorasi karakter-karakter seorang pemimpin seperti halnya komitmen, visi, kemampuan mendegar secara aktif dan suri tauladan. Mereka dapat mengalami karakter-karakter ini secara nyata sehingga dapat memadukan kompetensi individual dan memberdayakan sehingga memberikan kontribusi untuk pencapaian suatu tujuan. 3. Communication Skill Program yang dapat membuat peserta mengembangkan kemampuan dan memahami komunikasi secara efektif agar dapat tercipta iklim kerja yang harmonis, sehat dan terbuka sehingga tujuan baik individu maupun tim dapat tercapai, serta meningkatkan kegairahan bekerja melalui kekuatan hubungan dengan rekan sekerja. 4. Problem Solving Program yang membuat peserta dapat merumuskan masalah secara spesifik dan sistematis serta dapat memilih informasi yang benar dan relevan, serta dapat mengembangkan alternatif dan membuat keputusan dengan tepat dan rasional. ** Bobot kegiatan 60% Permainan Simulasi, 40% Diskusi dan menggunakan Metode Experiential Learning.(Middle Impact) Bobot kegiatan 50% Permainan Simulasi, 50% Diskusi dan menggunakan Metode Experiential Learning. (Low Impact) Tema paket ini juga dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen Untuk informasi selanjutnya mengenai paket ini, dapat menghubungi kami untuk mendapatkan detail informasinya di 031 7187 6861 / 0812 3138 2110 atau email di info@timurlangit.com. Gathering Company Gathering adalah sebuah acara liburan keluarga besar perusahaan. Biasanya program ini diikuti oleh suami/istri, anak, dll. Program ini juga bertujuan sebagai sarana refreshing setelah bekerja di kantor. Kegiatan ini merupakan acara liburan perusahaan untuk staf/karyawan. Program ini bermanfaat untuk mempererat hubungan sesama staf/ karyawan tanpa melihat jenjang dan kepangkatan. Program ini juga bertujuan sebagai sarana refreshing setelah bekerja di kantor. Selesai melaksanakan kegiatan ini diharapkan dapat tercipta suasana kerja yang lebih baik, dapat meningkatkan kebersamaan dan kekompakkan antara karyawan. Esprit de corps, keterbukaan, komunikasi, dan komitmen adalah kata kunci yang akan dipelajari bersama melalui rangkaian simulasi team energizer. Simulasi disusun berdasarkan prinsip pendekatan Experiential Learning – peserta belajar aktif melalui pengalaman terstruktur yang kemudian diikuti dengan proses eksplorasi – untuk kemudian menghubungkan pemahaman yang ditemukan kepada dunia kerja, Fun menjadi elemen krusial dari proses serta dapat di kolaborasikan dengan enterteint. ** Bobot kegiatan 100% Fun Games. Untuk informasi selanjutnya mengenai paket ini, dapat menghubungi kami untuk mendapatkan detail informasinya di 031 7187 6861 / 0812 3138 2110 atau email di info@timurlangit.com. Outdoor Management Training (Pelatihan Manajemen Berbasis Luar Ruang) Program pelatihan pengembangan kerjasama kelompok maupun individu dengan menggunakan media luar ruang (outdoor), didalam ruangan (Indoor) serta processing feedback session. Program ini lebih ditekankan pada pengembangan manajemen karyawan perusahaan / instansi pemerintah. efektif kegiatan 1 sampai 4 hari, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Secara umum, bentuk dan program pelatihan ini dapat dikategorikan sebagai berikut : BUILDING GREAT TEAMWORK : Program yang bertujuan untuk memperoleh peningkatan kinerja kelompok melalui peningkatan kualitas hubungan antar individu di dalam kelompok, di mana partisipan sehari-hari bekerja dalam kelompok (Team Building Skill). LEADERSHIP SKILLS : Program peningkatan kemampuan bagi seseorang yang berada pada posisi supervisor, manager ataupun top manager. Hal ini pada kenyataannya menjadi hal yang sangat penting, karena seseorang tidak akan dapat me-manage tanpa memimpin (Leadership Skills). PROBLEM SOLVING AND DECISION MAKING : Program yang dapat meningkatkan peserta dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah secara spesifik dan sistematis -, serta dapat memilih informasi yang benar dan relevan. Mengembangkan alternatif dan membuat keputusan dengan tepat dan rasional dan peserta dapat menyusun implementasi keputusan dan memantau hasilnya EFFECTIVE COMMUNICATION SKILLS : Program yang bermanfaat bagi peserta untuk memahami dan melakukan komunikasi secara efektif sehingga dapat menciptakan iklim kerja yang harmonis, sehat dan terbuka sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai, serta meningkatkan kegairahan bekerja melalui kekuatan hubungan (Interpersonal) dengan rekan sekerja. ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING : Program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sikap individual, seperti ; komitmen, motivasi dan kepercayaan diri, serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan berprestasi (Need for achievement). POSITIVE PERCEPTION MINDSET : Program yang bertujuan untuk mengembangkan sikap persepsi yang produktif dan positif, agar dapat memahami dalam meningkatkan pengenalan diri dan orang lain, mengembangkan strategi dalam pengembangan diri dalam organisasi dan perusahaan. ** Bobot kegiatan 75% Permainan Simulasi, 25% Diskusi dan menggunakan Metode Experiential Learning.(High Impact) Tema paket ini juga dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen Untuk informasi selanjutnya mengenai paket ini, dapat menghubungi kami untuk mendapatkan detail informasinya di 031 7187 6861 / 0812 3138 2110 atau email di info@timurlangit.com. Outdoor Management Based Psychology (Pelatihan Manajemen Berbasis Psikologi Di Luar Ruang) Program pelatihan pengembangan kerjasama kelompok maupun individu dengan menggunakan media luar ruang (outdoor), yang berbasis psikologi serta processing feedback session. Program ini pengembangan dari Pelatihan Manajemen Berbasis Luar Ruang (Outdoor Management Training), pada program ini setiap tim akan di-dampingi dan di-amati perilaku masing-masing individu oleh observer (psikolog), yang nantinya sebagai bahan acuan dalam memberikan penilaian tentang karakter masing-masing individu maupun tim. Dalam program ini nantinya setiap peserta akan di berikan assessment repot untuk dijadikan sebagai bahan referensi dan sebagai peningkatan mutu kinerja. Program ini lebih ditekankan pada pengembangan manajemen karyawan perusahaan / instansi pemerintah. efektif kegiatan 1 sampai 4 hari, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. ** Bobot kegiatan 75% Permainan Simulasi, 25% Diskusi dan menggunakan Metode Experiential Learning. (High Impact) Tema program ini mengacu pada program yang ada di Pelatihan Manajemen Berbasis Luar Ruang (Outdoor Management Training) Untuk informasi selanjutnya mengenai paket ini, dapat menghubungi kami untuk mendapatkan detail informasinya di 031 7187 6861 / 0812 3138 2110 atau email di info@timurlangit.com.

Jumat, 02 September 2011

Ice Breaking

Hampir semua latihan dapat digunakan sebagai sarana untuk memulai pelatihan dengan (icebreaker). Dua tujuan utama menggunakan icebreaker adalah: 1. Memberi peluang kepada peserta untuk memperkenalkan diri satu sama lain 2. Untuk menuntun mereka ke pokok permasalahan. Peserta seringkali mendapati bahwa pokok permasalahan akan lebih jelas dengan penggunaan icebreaker yang tepat. Latihan dalam pengelompokan ini adalah kontak pendahuluan yang tidak menakutkan. Dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar dapat saling mengenal satu sama lain dan mengurangi penghalang yang mungkin muncul. Fasilitator berpengalaman mengatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu program tergantung pada dua poin ini.
Semakin peserta merasa nyaman satu sama lain, maka semakin baik lingkungan pembelajaran. Jika peserta merasa nyaman satu sama lain, dengan senang hati mereka akan berpartisipasi dan mengeluarkan ide-ide baru. Meskipun kebanyakan fasilitator menilai bahwa latihan ini tidaklah terlalu menakutkan, beberapa peserta mungkin merasa sebaliknya. Jika seorang peserta memandang latihan itu menakutkan, pastikan bahwa mereka tetap memiliki cara agar dapat berpartisipasi. Merupakan keputusan bijaksana untuk membiarkan orang tahu sejak awal program bahwa mereka dapat melewati setiap latihan atau kegiatan yang tidak mereka sukai.

Rabu, 13 Juli 2011

Ciri-ciri Tim Yang Berkinerja Tinggi

1.Seluruh anggota mempunyai tekad menyelesaikan tujuan atau misi yang dikembangkannya.
2.Tim bekerja dalam lingkungan yang anggotanya saling terbuka dan percaya satu sama lainnya.
3.Seluruh anggota merasa memiliki tim, dan secara sukarela mereka berpartisipasi di dalamnya.
4.Anggota terdiri atas orang dengan pengalaman, gagasan, pandangan, yang berbeda, dan perbedaan ini dihargai.
5.Semua anggota tim secara terus menerus belajar dan memperbaiki dirinya. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan tim dalam memecahkan persoalan.
6.Semua anggota tim mengerti peranan dan tanggung-jawabnya, saling menghargai satu sama lainnya.
7.Keputusan diambil berdasarkan konsensus
8.Setiap anggota tim berkomunikasi secara terbuka, langsung, dan saling mendengarkan satu sama lainnya secara obyektif dan penuh kesabaran.
9.Tim dapat menangani konflik tanpa harus memunculkan permusuhan.
10.Pimpinan tim, apakah temporer atau tetap, mempraktekan gaya kepemimpinan partisipatif.

Company Outing PT. Wonokoyo Jaya Corporindo (Wonokoyo Group) Surabaya - 2-3 Juli 2011





Sabtu, 11 Juni 2011

Refleksi dalam kegiatan Outbound

Apakah refleksi itu?
Refleksi atau biasa juga disebut renungan adalah satu sesi untuk mengambil pelajaran dari pengalaman ( kegiatan Outbound ) yang telah dilalui.

Mengapa perlu direfleksi?
Kegiatan dalam Outbound memerlukan keterlibatan Fisik ( Psikomotorik ), Mental ( Afektif ), Pikiran ( Kognitif ) meskipun dengan proporsi berbeda. Akan tetapi masing-masing peserta berangkat dengan pengalaman masa lalu dan suasana hati yang berbeda, sehingga cara merespon kegiatan / permainan dalam Outbound pun berbeda pula. Sehingga pengalaman akhir yang didapat juga bervariasi.

Agar manfaat yang didapat dari kegiatan Outbound dapat bernilai positif dan maksimal bagi pengembangan diri peserta, maka dapat dibantu dengan memberi refleksi yang tepat terhadap aktifitas yang dialami. Adapun manfaat refleksi antara lain:
1.Menambah nilai pengalaman, ekplorasi yang tepat dapat menambah nilai dan arti
pengalaman, jika tidak tepat dapat mengecilkan nilai dari kegiatan dalam Outbound.
2.Meminimalkan hambatan dalam proses belajar, suasana hati yang tidak fun dapat
menjadikan seseorang bersikap cuek terhadap keadaan yang ada disekitarnya,
sehingga dengan refleksi diharapkan dapat memberikan wacana dan pemahaman yang
lebih luas.
3.Memperjelas arah tujuan, mengukur kinerja, introspeksi diri, merayakan
keberhasilan.
4.Membuka wawasan baru, melihat alternatif lain untuk meraih tujuan, melihat
masalah dari sudut pandang orang lain, mengukur diri.
5.Mengembangkan pengamatan dan kesadaran, tentang keberanian, persepsi, dll.
6.Membangun kepedulian, refleksi dapat menjadi wahana untuk mengungkapkan
kepedulian, menerima tanggapan/feedback atas sikap diri selama kegiatan
berlangsung.
7.Memupuk keberanian untuk mengekpresikan diri, refleksi yang tepat dapat menjadi
wahana untuk memupuk keberanian berbicara atau membicarakan pengalaman diri
peserta. NB: Fasilitator harus mampu memilih situasi, simbol-simbol yang tepat.
8.Memandu kesuksesan, memahami bagaimana kesuksesan diraih, membantu peserta
menikmati kesuksesan, mengaplikasikan kedalam permanent system.
9.Memberikan dukungan, rise taking dalam permainan berdampak sukses atau gagal,
melalui refleksi pengalaman tersebut dianalisis, sehingga peserta dapat
mengetahui bagaimana kegagalan itu terjadi, bangkit dari kegagalan, perjuangan
meraih sukses.
10.Memberdayakan peserta, refleksi dapat memperkuat kemampuan peserta untuk dapat
belajar dari pengalaman yang dialaminya, sehingga akan berdampak pada: kemampuan
belajar, kepercayaan diri, kemandirian, mengembangkan diri.

Ada berapa tingkatan dalam refleksi itu ?
Ada tiga tingkatan refleksi pengalaman dalam Outbound, yaitu:
1.Merasakan pengalaman,
2.Menceritakan pengalaman,
3.Diskusi dan Tanya jawab pengalaman.

MERASAKAN PENGALAMAN
1.Peserta dapat merasakan secara langsung dari suatu kegiatan ( Learning by Doing
), adapun garis besarnya sebagai berikut:
2.Peserta diajak menyelesaikan suatu rangkaian skenario kegiatan tantangan
fisiologis, Psikologis dan intelektual.
3.Peserta menjalankan kegiatan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditentukan.
4.Peserta mendapatkan pengalaman baru yang ” Fun ” dari kegiatan yang dilakukan.
5.Peserta secara mandiri memperoleh kesadaran baru adanya proses pembelajaran.
6.Peserta merasakan bertambahnya kemampuan dan pengalaman yang dapat diaplikasikan
pada keadaan yang sesungguhnya ( di lapangan ).

MENCERITAKAN PENGALAMAN
1.Peserta mendapat tambahan pengalaman melalui ” bantuan ” Fasilitator, setelah
mengamati dinamika kegiatan, fasilitator membuat rangkaian cerita kegiatan
kemudian diceritakan kembali kepada peserta ( Learning by Telling ), adapun garis
besarnya sebagai berikut:
2.Peserta diajak menyelesaikan suatu rangkaian skenario kegiatan tantangan
fisiologis, Psikologis dan intelektual.
3.Peserta menjalankan kegiatan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditentukan.
4.Peserta mendapatkan pengalaman baru yang ” Fun ” dari kegiatan yang dilakukan.
5.Setelah kegiatan, Fasilitator bercerita ulang tentang kejadian yang diamati (
recall memory ) sebagai jangkar ingatan dalam proses belajar peserta.
6.Fasilitator menarik kesimpulan pembelajaran.
7.Peserta merasakan bertambahnya kemampuan dan pengalaman yang dapat diaplikasikan
pada keadaan yang sesungguhnya ( di lapangan ).

DISKUSI DAN TANYA JAWAB PENGALAMAN
1.Peserta mendapatkan hikmah pembelajaran dengan ” bantuan ” Fasilitator dalam
refleksi, berdiskusi dan tanya jawab tentang pengalaman yang didapatkan (Learning
by Reflecting), adapun garis besarnya sebagai berikut:
2.Peserta diajak menyelesaikan suatu rangkaian skenario kegiatan tantangan
fisiologis, Psikologis dan intelektual.
3.Peserta menjalankan kegiatan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditentukan.
4.Peserta mendapatkan pengalaman baru yang ” Fun ” dari kegiatan yang dilakukan.
5.Peserta secara mandiri memperoleh kesadaran baru adanya proses pembelajaran.
6.Fasilitator memandu refleksi dengan pertanyaan panduan yang terstruktur
7.Peserta mengungkapkan ulang pengalamannya dan mendapatkan pembelajaran baru dari
kegiatan tersebut.
8.Fasilitator mendorong terjadinya diskusi tentang sikap peserta, analisis,
evaluasi dari perilaku yang muncul.